15 SIFAT YANG MEMBUAT PEMIMPIN DISUKAI
Bagaimana sebuah tim akan solid jika pemimpin tak disukai pengikutnya
dan integritasnya, rendah? Padahal keberhasilan sebuah tim meraih target
tergantung dari kemampuan pemimpin memberdayakan timnya. Karenanya
pernimpin harus menjadi figur yang disukai dan menjadi teladan.
Lihatlah realita di sekitar kita. Posisi pemimpin menjadi rebutan.
Segalanya dipertaruhkan, bahkan sampai “skut sana, sikut sini”. Akhirnya
ketika sudah menduduki posisi pemimpin, popularitas dan materilah yang
ia kejar, bukan kewajiban sebagai pemimpin yang ia jalankan. Hubungan
pemimpin dan pengikut pun sekadar formalitas yang kaku.
Pemimpin
sejati adalah pemimpin yang baik dalam memimpin diri sendiri, serta
memimpin (baca: melayani) keluarga, tim kerja dan masyarakat. Paling
tidak ada 15 sikap pemimpin yang disukai orang. Mulai dari hati,
pikiran, perkataan hingga tindakan seorang pemimpin yang patut
diteladani oleh setiap anggota tim, bukannya sekadar menjadi bahan
diskusi atau teori.
1. lkhlas. Pemimpin yang ikhlas akan dekat di
hati orang-orang yang dipimpinnya. la mendasari kepemimpinannya dengan
rasa mencintai sesamanya serta sarana beribadah kepada Tuhan. Keikhlasan
hatinya membuat ia tegar terhadap segala ujian. la tidak mengharapkan
pujian, mengabaikan cacian, tidak pernah dendam. la menjalankan
kewajibannya yaitu melayani orang-orang yang dipimpinnya. Orang pun
ikhlas dipimpin oleh pernimpin seperti ini.
2. Amanah & tanggung
jawab. Pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab menyebabkan hak-hak
semua anggota tim ditunaikan dengan baik. Rakyat akan mencintai
pernimpin seperti ini.
3. Teguh pendirian. Pemimpin harus teguh pada
kebenaran yang sesuai norma agama dan hukum masyarakat, Pemimpin tetap
profesional dan tak tergelincir pada masalah KKN yang marak dewasa ini.
Bukan hanya korupsinya, tapi juga kolusi dan repotisme.
4. Sabar.
Sikap ini selalu menguntungkan, tidak ada kata ruginya sama sekali.
Berhadapan dengan berbagai ragam karakter orang yang harus dilayani
menuntut kesabaran yang tinggi. Pemimpin yang penyabar mampu menangani
setiap permasalahan dengan rasional.
5. Tidak sombong. Sifat ini
dicintai Tuhan, disukai manusia, Pemimpin mestinya tidak tabu terhadap
kritik, tidak gila hormat dan pujian. la tidak menerapkan prinsip aji
mumpung, mumpung punya kuasa.
6. Berkata benar. Pemimpin yang tetap
berkata benar walau dalam apa pun juga keadaannya. Orang yang jujur
disukai (disegani) kawan dan lawan. Sekali berbohong, akan berbuntut
kebohongan lainnya, sehingga akhirnya ia tidak akan mendapat kepercayaan
dari orang Iain.
7. Cinta ilmu. Ilmu pengetahuan merupakan tonggak
kepimpinan. Formalitas dunia bisnis masih mensyaratkan ijazah sebagai
pengukur keilmuan seseorang. Karenanya pemimpin perlu terus mengasah
dirinya dengan Imu, sesuai bidang atau umum. Namun yang lebih penting
sebenarnya ialah buah kepada Imu yang dipelajari dalam bentuk
keterampilan dan pengalaman.
8. Mahir berkomunikasi. Pemimpin harus
mahir menggunakan bahasa untuk menimbulkan kesan positif atas hubungan
khususnya antara pemimpin dan individu yang dipimpinnya. Bahasa
komunikasi yang baik bisa membuat seorang pemimpin dipandang menarik
walaupun mungkin penampilannya kurang menarik. Kala menghukum/mengritik
nada bicaranya tidak terasa pedas dan menyakitkan, bahkan justru bisa
mendorong semangat anak buahnya untuk memperbaiki diri. Pujiannya juga
pas dan tulus.
9. Tepat janji. Jika sudah berjanji, sekecil apa pun
itu, penting bagi seorang pemimpin untuk menepatinya agar semakin
dipercayai dan disukai. Orang tidak akan ragu-ragu untuk terus memberi
mandat kepada pemimpin yang selalu menepati janji. Pemimpin yang menabur
janji-janji kosong akan membuat anggota tim kecewa dan memandang
pemimpinnya tidak lagi punya integritas yang tinggi.
10.
Berhati-hati. Berhati-hati dalam membuat keputusan atau berbicara
menjadikan seseorang pemimpin dihormati. la selalu bertindak berdasarkan
norma atau pemikiran yang jelas, serta menjauhi perkara yang meragukan
(di wilayah abu-abu). Sikap ini disukai orang karena menunjukkan
pemimpin tidak mudah dipengaruhi oleh pihak-pihak yang punya maksud
terselubung.
11. Mengutamakan kepentingan bersama. Pemimpin yang
mengutamakan kepentingan bersama membuat hak-hak anggota tim terpenuhi
dan tenang bekerja dan kehidupan sehari-hari. Mereka tambah cinta pada
pemimpinnya yang memperhatikan kepentingan mereka melebihi dirinya
sendiri.
12. Memahami dinamika zaman. Seorang pemimpin mengikuti
suasana politik, ekonomi dan aspirasi pengikutnya. Kemampuan memahami
keadaan dan menyesuakan diri dengan keperluan rakyat menjadikan pemimpin
diterima orang.
13. Berwawasan jauh. Pemimpin yang berwawasan jauh
senantiasa terencana dan terkontrol keputusan serta tindakannya. la
tidak pernah berpikir jalan pintas serta sentiasa mempertimbangkan
keuntungan jangka panjang bagi anggota timnya.
14. Antikorupsi.
Sikap antikorupsi (zuhud) akan memagari seseorang dari tindakan
mengambil atau menggunakan hak umum. Harta dan aset umum akan dipelihara
dengan baik. Orang akan menyayangi, bahkan mengagumi pemimpin seperti
ini.
15. Kuat sisi spiritualnya. Kekuatan spiritual akan mengontrol
tingkah laku seseorang tetap positif dan produktif. Pemimpin konsisten
dengan kebajikan dan menjauhi perkara yang merugikan orang.
Sungguh
berat beban, tugas, dan tanggung jawab pemimpin. Mestinya jabatan
pemimpin bukan sebagai bahan rebutan, tapi sebagai sebuah kewajiban yang
harus dijalani dengan sungguh-sungguh, tanpa pamrih. Jika Anda sudah
menjadi seorang pemimpin, 15 sikap di atas harus terus ditingkatkan
kualitasnya. Ini sebagai satu hal bahwa pemimpin itu artinya melayani
bukan dilayani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar